Implementasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Kelemahan Model Kooperatif, Kolaboratf, Quantum Learning

 Implementasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Kelemahan Model Kooperatif, Kolaboratf, Quantum Learning 

Hallo assalamualaikum kawan-kawan

Hai hai hai,, jumpa lagi bersama saya(Elsa Berlia P2A523009) yang akan berbagi tulisan mengenai model pembelajaran kuantum, kolaboratif, dan kooperatif...

Yuk disimak...

*Aplikasi model pembelajaran sains berbasis disrupsi inovasi melalui tutor sebaya.*

Model pembelajaran yang digunakan adalah model Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran melalui model ini dilakukan dengan menyajikan masalah dan meminta peserta didik untuk menganalisis, serta menyelesaikan masalah tersebut. Aplikasi model ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA di kelas VIII semester 1 dengan materi pelajaran gangguan pada sistem pencernaan, serta upaya pencegahannya. 

*Sintak atau langkah-langkah model pembelajaran PBL yakni, sebagai berikut:

a. Orientasi masalah: guru menyajikan video pembelajaran dan meminta peserta didik menyimak video tersebut. Kemudian, guru meminta peserta didik mengidentifikasi masalah yang ada dalam video yang telah disajikan.

b. Mengorganisasi peserta didik: guru membagi peserta didik dalam kelompok belajar, membagikan LKPD dan menjelaskan tugas diskusi kelompok. Guru juga meminta peserta didik untuk menuliskan permasalahan yang ditemukan dalam video pada LKPD.

c. Membimbing penyelidikan: guru membimbing diskusi kelompok belajar peserta didik. Kemudian, guru kembali menampilkan video berisi materi pelajaran dan meminta peserta didik memperhatikan. Guru juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya terkait tugas yang belum dimengerti. 

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: guru menanyakan progress diskusi kelompok dan membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi di langkah awal pembelajaran.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: guru memberikan kesempatan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Kemudian, guru mengevaluasi dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.

Untuk lebih jelasnya, aplikasi model pembelajaran PBL dalam pembelajaran disajikan dalam video berikut:


https://youtu.be/i6s82Ih8_uk?si=xjL7dkxyzHkWI_DA


1. Model Pembelajaran Kuantum

Model belajar ini muncul untuk menanggulangi masalah yang paling sukar di sekolah, yaitu "kebosanan". Istilah Kuantum secara harfiah berarti “kualitas  sesuatu", mekanis (yang berkenaan dengan gerak). De Porter & Hernacki (1999) mendefinisikan quantum learning sebagai interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, sedangkan Agus Nggermanto ( 2002) mengatakan bahwa quantum learning menjelaskan bagaimana cara belajar efektif sehingga mendapat hasil yang sama dengan kecepatan cahaya. Metode membaca kuantum adalah sebagian quantum mencapai kecepatan cahaya.

2. Model Pembelajaran Kolaboratif

Belajar kolaboratif adalah bekerja sama antar siswa dalam suatu kelompok memecahkan masalah bersama untuk mencapai tujuan tertentu

3. Model Pembelajaran Kooperatif

Kooperatif berarti bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tujuan. Belajar kooperatif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil sehingga siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya sendiri dan juga anggota yang lain. Idenya sangat sederhana. Anggota kelas diorganisasikan kedalam kelompok-kelompok kecil setelah menerima pembelajaran dari guru. Kemudian, para siswa itu mengerjakan tugas sampai semua anggota kelompok berhasil memahaminya.

*Analisis praktis kelemahan model-model pembelajaran: kooperatif, kuantum dan kolaboratif.*

Model pembelajaran kooperatif, kuantum dan kolaboratif memiliki manfaat yang baik bagi proses pembelajaran di kelas. Model-model ini dapat membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, peserta didik aktif dan pembelajaran menyenangkan. Namun, jika tidak disiapkan dengan baik oleh guru, model pembelajaran kooperatif, kuantum dan kolaboratif dapat menjadi menimbulkan masalah dalam proses pembelajaran. Hal inilah yang menjadi kelemahan model-model tersebut. Lebih lengkapnya tentang analisis praktis kelemahan model pembelajaran kooperatif, kuantum dan kolaboratif dijelaskan dalam video berikut:


https://youtu.be/QpfIXlh1Tls?si=C8beFukapEp8nbUe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quantum Learning

Desain model pembelajaran kolaboratif berbasis keterampilan berpikir kritis dalam bidang sains

Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya