Desain model pembelajaran kolaboratif berbasis keterampilan berpikir kritis dalam bidang sains

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai hai hai... Sepertinya biasa ya teman-teman saya akan berbagi materi baru lagi sesuai dengan judul diatas..

Mau tau seperti apa..yuk baca seksama....

Penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai juga menjadi salah satupenyebab kurangnya kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnyasehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Pembelajaran yang masihdidominasi oleh guru menyebabkan keterlibatan siswa untuk aktif dalam prosespembelajaran masih kurang, sehingga hal ini menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa (Adams, 2013). Perkembangan zaman yang cukup pesat menuntutkalangan pendidik maupun peserta didik harus mampu beradaptasi dengan pembelajaranyang berlaku. Salah satunya pengembangan kurikulum yang selalu beruh-ubah.

Keterampilan kolaborasi adalah bentuk interaksi sosial dalam aktivitas kerjasama dimana siswa harus saling membantu dan melengkapi agar tercapai tujuan bersama.

Ciri-ciri siswa yang mampu berkolaborasi adalah: 1.Bersedia berkelompok secaraheterogen,

2. Bertanggung jawab mengerjakan tugas kelompok yang menjadi bagiannya serta mampu membuat keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama. 

Sesuai dengan pendapat Lasidos (2015) menguatkan bahwa, pembelajaran kolaboratif dapat memberikan peluang lebih untuk kesuksesan praktek-praktek pembelajaran. Sebagai salah satu rangkaian inovatif dalam praktek pembelajaran,pembelajaran kolaborasi melibatkan partisipasi aktif para siswa dan meminimisasi perbedaan-perbedaan antar individu dan juga telah menambah momentum pendidikan formal dan informal dari dua kekuatan yang berkolaborasi, yaitu: 

(a) Realisasi praktek,

(b) Menumbuhkan kesadaran berinteraksi sosial dalam upaya mewujudkan pembelajaran bermakna.

Berpikir kritis adalah suatu kondisi dimana siswa harus berpikir tingkat tinggi agar dapat membentuk sistem konseptual nya. Berpikir kritis juga dapat diartikan sebagai kemampuan berpikir yang terlibat dalam memecahkan masalah, menarik kesimpulan, menghitung kemungkinan, dan mengambil keputusan (Resmi, 2019). 

Ciri-ciri siswa yang mampu berpikir kritis adalah:

1.Memahami permasalahan pada soal yang diberikan,

 2.Memberikan alasan berdasarkan fakta atau bukti yang relevan, 

3.Meneliti atau mengecek kembali secara menyeluruh mulai dari awal sampai akhir, 

4. Membuat kesimpulan dengan tepat (Sani, 2019). Kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan melalui pembelajaran sehingga siswa didorong untuk berpikir secara mandiri dan memecahkan masalah di sekolah maupun di kehidupannya sehari-hari.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quantum Learning

Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya